<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>T-Search Oblong</title>
	<atom:link href="http://tsearch.digi-crea.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tsearch.digi-crea.com</link>
	<description>Sablon kaos murah, kaos polos combed dan cardet</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 20:24:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Don’t judge a book by it’s cover</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/don%e2%80%99t-judge-a-book-by-it%e2%80%99s-cover/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/don%e2%80%99t-judge-a-book-by-it%e2%80%99s-cover/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 20:20:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dienna Ahmad</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://www.santafebag.org/images/334_Dont_Judge_A_Book_By_Its_Cover_1.jpg" alt="dont judge a book from its cover" width="150" height="142" />Salam kenal kawan, Ini pertama kali saya sumbangkan artikel di komunitas bisnis <a title="sablon kaos" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon</a> T Search Oblong. Sekedar berbagi pengalaman aja tentang bisnis. Tapi di awal pertemuan yang hangat ini, saya mau coba ketengahkan tulisan di kategori pengembangan diri. Cekdisot&#8230;.</p>
<p>Sering kita mendengar istilah itu &#38; sekedar tahu apa artinya tanpa berusaha menelaah lebih dalam makna dari ekspresi itu &#38; kenapa ekspresi itu lahir. Everything happends or created&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://www.santafebag.org/images/334_Dont_Judge_A_Book_By_Its_Cover_1.jpg" alt="dont judge a book from its cover" width="150" height="142" />Salam kenal kawan, Ini pertama kali saya sumbangkan artikel di komunitas bisnis <a title="sablon kaos" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon</a> T Search Oblong. Sekedar berbagi pengalaman aja tentang bisnis. Tapi di awal pertemuan yang hangat ini, saya mau coba ketengahkan tulisan di kategori pengembangan diri. Cekdisot&#8230;.</p>
<p>Sering kita mendengar istilah itu &amp; sekedar tahu apa artinya tanpa berusaha menelaah lebih dalam makna dari ekspresi itu &amp; kenapa ekspresi itu lahir. Everything happends or created for a reason, right?</p>
<p>Suatu istilah atau ekspresi itu pasti lahir karena adanya fenomena yang terjadi’kan?</p>
<p>Sebuah COVER katanya merepresentasikan ISI. Well, kadang itu benar…dan tidak sedikit yang salah jika berpendapat demikian. Sebenarnya dan pada kenyataannya COVER dan ISI adalah 2 hal yang berbeda yang bersifat saling melengkapi (komplementer). Sebuah COVER sesuai dengan makna dan fungsinya adalah lapisan kulit luar yang berfungsi sebagai pelindung dan penghias ISI. Alangkah baiknya jika sebuah COVER dibuat semenarik dan seindah mungkin sehingga menjadi pengantar yang representatif untuk ISI.</p>
<p>Tapi bukankah hal yang lebih penting itu adalah ISI???</p>
<p>ISI itu buat saya adalah esensi dari segalanya. Jika di-analogi-kan ke manusia maka ISI adalah karakter/kepribadian, pola pikir dan keahlian (skills) yang dimiliki seseorang. Sedangkan COVER adalah wujud fisik dari seorang manusia.</p>
<p>Jelas buat saya pribadi, ISI itu jauh lebih penting daripada COVER. Selain ISI adalah esensi dari sesuatu, ISI juga senantiasa bertambah kualitas dan kuantitasnya. Kalau ISI manusia pasti bertambah setiap kali manusia menemukan dan mempelajari hal-hal baru.</p>
<p>Istilah percetakan untuk cetak ulang buku yang ISI-nya sudah ditambah dan diperbaiki itu biasanya ada embel-embel ”revised edition” di belakang judul bukunya. Kalau untuk manusia istilahnya apa yah??? Hehe…</p>
<p>Memang belum ada atau memang saya aja yang kurang pengetahuan yah?</p>
<p>Kita boleh saja berlomba-lomba untuk memperbaiki ISI dan memperindah COVER. Sayangnya kebanyakan dari mereka yang melakukan hal tersebut dengan alasan dan paradigma yang salah!!!</p>
<p>What’s wrong??? Pasti itu pertanyaan yang muncul di benak kalian.</p>
<p>kebanyakan orang melakukan hal itu dengan alasan supaya kita layak untuk “DIJUAL”. Hmmm…masih mental bangsa jajahan nih!</p>
<p>Hehehe…just kidding!!!</p>
<p>Kenapa sih paradigma yang ada bahwa kita harus MENJUAL” diri kita dengan COVER/KEMASAN yang menarik. Entah itu untuk urusan mencari pekerjaan ataupun mencari jodoh. Kita harus mengemas diri kita dengan tampilan yang baik supaya LAKU???</p>
<p>Katanya kita harus rapih serta cantik dan ganteng supaya mudah mendapatkan jodoh…</p>
<p>Katanya kita harus meraih gelar setinggi mungkin supaya mudah mendapatkan pekerjaan yang baik…</p>
<p>Mungkin itu semua benar jika paradigma masyarakat kita tidak segera berubah. Menilai segala sesuatunya dari LUAR atau hanya dari kemasan semata. Betapa dangkalnya pola pikir seperti itu. Apa yang bisa kita harapkan dari masyarakat yang memiliki pola pikir seperti itu??? kemajuan bagi bangsanya??? bagaimana mungkin itu terjadi jika intelektualitas &amp; kreatifitas yang merupakan bagian ISI dari seseorang tidak dihargai???</p>
<p>Pertanyaannya adalah :</p>
<p>1. Benarkah kita bisa bahagia jika mendapatkan jodoh yang hanya rapih, ganteng dan cantik? Tapi akhlak serta kualitas diri atau ISI-nya miskin???</p>
<p>2. Benarkah ijazah sarjana bisa menjamin kualitas kerja karyawan kita? Bukankah ijazah sekarang bisa dibeli? Atau sekedar registrasi ke sebuah perguruan tinggi, menghadiri kuliah dan menyontek pada saat ujian, lalu dengan mudahnya lulus dan mendapatkan sebuah ijazah dari sebuah perguruan tinggi bisa menjamin kualitas seseorang???</p>
<p>Di Indonesia seorang profesor lulusan Jerman dan Jepang yang dibiayai negara kurang dihargai dan tidak difasilitasi dengan laboratorium serta program penelitian untuk mengaplikasikan ilmunya. Keadaan ekonomi sang profesor juga masuk kategori menengah ke bawah. Penampilan dan kehidupannya begitu sederhana.</p>
<p>Beliau tidak memakai pakaian mahal, tidak punya handphone, kemana-mana masih menggunakan angkutan umum. Miris banget yah? Sumpah saya gak ngarang-ngarang cerita di atas karena saya kenal secara pribadi profesor tersebut yang  masih aktif mengajar di sebuah universitas swasta.</p>
<p>Contoh dari kekayaan bangsa yang terbuang percuma. Yang bikin saya kaget, waktu saya minta hasil karya tulis dan hasil penelitian beliau sewaktu kuliah S3 di Jepang. Beliau minta saya mencarinya di internet.Ternyata hanya preface yang bisa dibaca secara gratis.Untuk membaca secara full hasil penelitian beliau maka kita harus membayar sejumlah uang kepada situs tersebut.</p>
<p>Woowww…hasil karya anak bangsa kita dijual oleh sebuah situs asing!!!</p>
<p>Ada rasa bangga dan sekaligus sedih yang berkecamuk di hati saya. Di satu sisi saya bangga sama sang profesor yang notabene anak bangsa yang karyanya bisa memberikan kontribusi dalam dunia sains dan begitu dihargai oleh orang asing tapi di sisi lain… saya sedih betapa bangsa kita belum bisa menghargai asetnya sendiri.</p>
<p>Perlu saya tekankan di sini bahwa saya gak nyalahin mereka-mereka yang merasa harus memperbaiki ISI dan memperindah COVER-nya masing-masing supaya “TERJUAL”.  Saya cuma mau mengajak teman-teman supaya melakukan dengan alasan yang lebih baik.</p>
<p>Ayo kita ubah paradigma yang ada. Kenapa kita memperbaiki kualitas diri untuk “MENJUAL DIRI”? Kenapa bukan kita saja yang bertindak sebagai “PEMBELI”???</p>
<p>Perbaikilah kualitas diri untuk diri sendiri. Melangkah maju &amp; menaikkan level diri ke tingkat yang lebih tinggi.</p>
<p>Mungkin kami idealis.</p>
<p>Mungkin kami pemimpi.</p>
<p>Mungkin cita-cita yang kami miliki TIDAK MUDAH untuk diraih… tapi bukan berarti TIDAK MUNGKIN untuk diraih.</p>
<p>START THINK OUTSIDE THE BOX !!!</p>
<p>Personal Notes :</p>
<p>Catatan ini tidak kami copy-paste dari karya orang lain.</p>
<p>Kami juga tidak bermaksud mendeklarasikan diri kami lebih pintar,lebih baik ataupun lebih bijak dari orang lain.</p>
<p>Kami hanya ingin sekedar berbagi dan belajar <a title="Mengembangkan diri" href="http://digi-crea.com/category/pengembangan-diri/" target="_blank">mengembangkan diri</a> dari buah pikiran yang kami miliki.</p>
<p>Mudah-mudahan bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/don%e2%80%99t-judge-a-book-by-it%e2%80%99s-cover/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaji atau komisi ?</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/gaji-atau-komisi/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/gaji-atau-komisi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 20:13:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul Yandri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis sablon]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[gaji]]></category>
		<category><![CDATA[kaos]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan]]></category>
		<category><![CDATA[komisi]]></category>
		<category><![CDATA[sablon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCADNAIgDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAQUBAQEAAAAAAAAAAAAAAAECAwQFBgcI/8QAPRAAAgECBAIHBgUCBQUBAAAAAQIDABEEEiExBUETIlFhcYGRBjKhscHwFCNCUtEH4RVDcpLxJCUzU2Ky/8QAGQEAAwEBAQAAAAAAAAAAAAAAAAECBAMF/8QAIhEBAQACAgICAgMAAAAAAAAAAAECEQMSMUEEITJREyJx/9oADAMBAAIRAxEAPwD2ulFJQDTBaKKKQFFFFAB2ptOO1NNMhSGlpCaAKKKSgENNpxplMA0u4NJa9c5x32tw3DJThsPBPjMVcDoYFue/XYW7TU3KTyqS3w1sUgIJeQ6cqK4zEe3WFSTo8bg8Vg22zSgMoPeVvaio7xXTL9PR6KSlro5lG1FIKWkYooooAO1NNOJpppkKbS0070A4UlLSEgb6UAhqGWRY1uxrnePe1KcPmaGJSxG5riOK+2WKlBAawvsvjXLPmmP00YfHyym3oPEuPxYVGysLjzNcXxP2iYBxhysYJucoAv41zuK4pLLcMeWunfWZJOzG/fWbPkuTThxTBPxLiZlB6UBr660VmYlC1zRXLbpp9K0opKUV6byi0t6SigFJovSUUAUhpaQ0A29IaWkNECPE4iPDQtLM6qo5nQVzfEOJzYvHwYfDy5ELglgLggakelZ/tpx1AHwsIEltHWx08qx/Zp5cBwfG8SxDSdCfy8OrLe3ad9ddPWs2fLu9Y2cXF1x7XyzPajFKcbJlN2zG9cjiWZpLdrBNO/7+FXMdi+mxMkjMbMc1ZJx8YnMliwXVR37XrP721eJptLC0jue+1K2HSNC0zAKDresWT2hK9WIa8rC9RrjcRiDmawY7Fzf0G1TZRGlNZyTlsp1Uc/Gin4SFgueRi7nmaK511kj6KoFJS3r13iHUUUUAtFJei9AFFFMllSJM0jBaADWPxvjeEwETiWcJ+kmx37L1U4p7R5JGw+AiOInA1Vdl72bYVx3FMbjpHf8AFtCYblchS8ZFufbrz5VyzyutYrw1Mt5MbjeKk4vxjCx8MGedpQgI3IO9+4b+VX/bp0g6DhuGmVosKgUhWN7gc62/Y7hHDOBYaXjHSZ5sSPyInYN0C8wDzuefZauN9sOLRYrihlyKXJyggWv2nwHbWWzrNe69CZzK79RyvF5mjwuRVzPJ1bDe3OsuODpYmkQMFUgObEqpOwPKu/8AZ/2d/HKMTisGZVOoadsi27l3t428Kk9vp8Nh2wvAxb8PhyJZY4kCKXI6q6clHndqrr1x+095nlrF58iOgGZCyk6FRWrgAjWyLduwiu8h4cX4L0eJyRodVul1290L9nnVBeBtHhonMMayObIig5n/AJ5Vxt27ySe1TAYOfEvHHGmZnNlUC9zRXqHst7PDhcInxQH4txsDpGOwd9FaMPjbm6y5/K1dYuppRSUVrYTxRSLQxA1O1AOFIzKouxtVDFcTihbo75pLe6NT6Vl4rFySuFfPc7Rx6nzPKpt0bRxnFFjJSJSX5Aa1i4zETzy2fM4OnRRWLeJPL72qePDEoQ140At0MZuWHYb/AM1S6UpimwspfBR5AUyWLSG5v1vC2gqL9gv+FvMC2IOSLNcRILX8e2pZcCjR9E0cax22Zb38aIhNhiI8Li+qNcs6A/KxpX4q0JMWNwhsf1RNcH1/mjqK5vF+yAmmDcP4icIGHuKQQfAVpcC9hOH4LF/jcUfxWJH6pBcL4CteGThcq2Usb/5ZBB9KtpiWxDCHDCxtuRoB9B3+lKceO9n/ACZ2db4R4w4bDAl+iihQ3diNGbkv1NeYce4XDi8W0kU7Ym8jO8zrYC++p31r0TifA8bj8ZGDNHHg02G5JO7Hv+VPx/sngcVg44Y2eJ4zcSDme8c6jkwzzv1Gjizx45/rzGTCYvEGHDYZpDEtgqqSSf4HdXpnsxwI8PgTEY1mmxjL70hvkHYKtcH4Hh+GANmM03/sYbeArUNVxcPX7yLl5+01iKKQ0VoZligmwoO9FIKeO4lFhAA4bMfdUDesHF8UxeKcqivGgW7dFqwB2vp2W2rp5IkmUpIisp3DC4NZs/BIy+fDMUYbAk6eBvcfLuqdUMuD8MV/LleFLAsqLdm7etudflWokChQUNkIvdbEt33rFxuCxsUiyTxMSunTRKLkd5GuneK0cFxKJmEeJdkYEKC2zG2u3hSCxFOiqCsZCk23Fz409o8Lj4SsirKgOzDVT9DT+jglUvlQqf1A7+lNVFQEKoJXXIugPnQbMk9nYus2GnkjvuGNx/NZk2D4lgpmWPGkdILZSgbMB2X3rZxvEUwrKJjnmbRIY9dfDn41DHhmd5JsaUEkg1hLEi3IHn5UEbwqDF4pR0jB9rykAIDzGm57thzPbv4bDx4aIJEPFjufGqEOLxEUSqq4eQKLWRsv0ok4wYlzSYRrcykgIFVuBqUhNYMftXw97mVJolG7lQVHnetLAcSwXEVL4LEJKoNjl3FHaU9LRNNJopDtVEQmimE0UBeca0lSmwBNr1k4jjcUZaMqYW/dKpC/7th52qLlJ5PTRAO9qY00amxYE9gN6yppp51DlmaPtQhlPhbS3nVWXGNEoCZJB3jb6fGnsNmTF30RN+69UpcJBiDmeNVca5o9Dfy/vUcOLDwjLlYgaqDa1QzPMz5lmIHIG9TaELcH6K4w8+YFixEvMn4H4U2GDFQT7SQxhTna/U8dz6a0oxE8THr5h2X+zVXG8Z/DLeVlHaC1ifAUuwU5ONYLhzgR9M0x0fFvAWv4CmRe07YjMIkjY3sWfDsl/M6VRxXEWxchleBYIf0l4zmk/wBIB1+FZ+K4iYiyITEQP09aQeey+WvfUZckhzG1t4njUuS8riBW2QRkMfAHX1tWJjuKStJ1mK35zEyP5LsvnWXNiCvupkYruT1iPE6+dUhJfqLc3OttQfM1yuVq5jIuPIk0gkmDSvf3pWLHyGwrrvYDELJxopK5LNCwRRoNxv5VxqQOVBkfo1PfqR99tbvsmwh49ghhlIJkALMeXP4UYXWUO+HrPRrR0a9lOorXtyMMaftFFONFMDFk/hpcrFWymzDlXnuPxGJfEF26aWx0cgj5W19a9FkQSRsjbMCD515vjYRh8W8UMitIpINx0bH6Gs3P6XgZDxB4GurdG555spPyNW343iAtpo0l7pI7k/In1qiZXAKywsNNermv6fxVQNhH6schiPYhZPht8KzTKr01k4tDI4Z8Llf/AOJCpHkQae+NgIsf8Qyk3JUK9vRtvKswRvbRw4HJgp+It8qilnkhsWUdxuD/APrL9aucmf7HWLmKxGEiUzDHFwNFigR+kY9hBsB4k1jF0ik6aaKGIj3c35sv+46DyB8afxDiTlirCBALAnc37jv6etZE+IytfQHe7b+NuXj8aLnlkJjIlxuLlJLRjIGHvMes3mdflWeXINjq3dy8vvxqZYpWHSSHo1bZmJJb6n71pVKQ3ESm/wC5tx9B5eppQCKBspM9wd8qjU95/vTopMgtDlQD9Vvs/Km5iRc2JHZoB3miO+XpHsdbXOg/vVkliUuS2ZnPadq6X2Lw80nHcKy5rRsWPV0At9+tc4J8o/Lt4kV2H9Ok/wC6yyM93MJFiNbXHpTx/KQXw9EoNF9KQmtbkDRTTRQEshIRitrgEi/bXnPEsSJMY4mBjYsSxK6ffmK9EnBMEgF7lTtXneJUTArKpBBIAfrW7hexHlWfn9LwUejI60SgqdbxyW+eg9aikcZwZVVgTb8wZT8rHyqY4LI2YK4IOjwnUeR1qJ0mTXOklzoGJRvW4uay6dC9Q3ySSRAcmGdfXlTL4iLrhInjP645cv36UOCFJnjliHaUuPhb4g0yFZJW/wCnkVz2Brn4WPwpaCjxGCWaX8QZIogQAGOrk9386VTvFCxyIGfm7amrnFJehlEciiOQDrBlyk+PMis5pCQCBlTk7fQVc8AYiRswZmJZttyWqIdIXK3Kn9o1PmeVTBMgLKCumpY3Yj6Ux2spA6oPL91UQbLsGBtoRyqMM0rdVrkfqO3lS2/KBkAyA6BTvTy5JC3KgDQbevIUySYdNTuxvza1q7r+n0GbiE0xNujisOQuT2eVcLG4ICxg9zWv6D6mu6/pyTHi8QgUHPGGzE9h2796rj/KFfDvL6UhNF6S9a3MhNFITRTCdrFSDzFeb8RDwYp2ZXsxuWjQg+f/ABXpNcBxMSLipT1hGW6tiR5WbSs3yPEXgzVmEg6ksbWG3ukffhQ0pKnpAzDnm6w9Rr9KSawYLKqX5dIuW/gdR8aYYSrKwfIeRbUHz/isjokhMeXqFwh5I4Yen/NK+EikQgpGc3Ntj9fSoZj1l6aJZAf1Dl570rOyIDC0mXsvm+FGwwcZBbGyZUsy6ZnJa3heonARtGMjjcnlV3iQVJryMiqetljBBub667dlUZC8lly5E/aNS1dCRFhY7M1+zQfzUb5SRfMTubkfYFK5CgXAO4uNfIdvyFV5HBIUAXGpUa27yaAmMthmBJ7ABv4UiKzkX1HJeX96YgsWdmF+ZP3oKVsUqL1NO/m3hVEvoY4DlBzyHlpYeJ+ldj/TqTPxHEHOGIh1Hb1hsK8z/GAX6wGuw7f5rv8A+m6z4XEzTSoOvGAFI6wF6vjn9oWXh6YTTSaiWdWpc4tWtzOJophaigLvhXA4rMcVJ0ZX3jdc17Hw0Nd9Xn/FEB4jiERXJznxOvxrPz+FY+VeV3juHh0O+XbztofSqy/h2B6B2iZtGW4APlqD8KkMzJdesPh/ao3WGdvfsedzz+++sljpC9C0IPUQX3AXL8NV+VQrMi7xZb6aWUH16p9RTgjQgrG2e+6ns+vxpYplhBXIqZtLHT5b+YpapsbillxPuktluFcH4DW/yqg7NqG1Y+92D/UefgK0uNzIsoPURpF1EaWZtaxJOt/5MuUf5fIeJ5+FWSNpM7XjJPIvYC/cBTVUICzAKoPbpf6miVxHfPqTy20+gqnLOzE5baaC2wHdVknnxDMLAC3IHlVYZ5nCIC7k2AGpPjUmEglxEgSME87nYd5rpOG8Njwq9UZpDbM5Gpq5iFbg/BxCVkmIaXlpovh/NdzwBOjZjtpWPDGByre4WAF7664xOTbSS1TLMe2qYanBq7IXBNRVUNRQHQ1xPtCsmG4lPIzvldswa1gB2V2t65X2nweLebpsNKrArYoy2t5/2rjy424/SsWC+IzAZwGJGjWsT58/OoZOie1rjt5W+/KqWKvELYnDvhzzeI2U+I1B+FQCfQGJ1mB2Hun0/g1ksvtbRtoApzrfZh/OlJYEmwIJGw/g/SqCYu75SSj/ALSLW9aezOT7wbTRZEvr8/Q0GyuKKBjjY9ewAA7OwXrNkl6G50zg77hf5NXuOYhzOGKKt0AGRiS3jfYViSX95zlQaX5DuFVAbI7y5mtlG5N9T41JgMDJjGtHdIgetIRqe4VYwPDJMXleYGLDg3Cc37zXSYfDrGoVFCgAAAcq6Y4kjwODjw8YSJAF+fia0Io7URR25VZjjroRYk2rWwItVKJKv4YWq8U1eQ6U8GolNPBq0n3opt6KYdHeqWLGe9xcVcvVaakGHi8GjctOysHG8Ew8pJyZW/cmhrrpQDVOaNeypuMp7cLieDYuInopFmT9jjWs5xJhLrLHJFfcZjlHgDpXfyxr2VUlw8TizKCOw1xy4Z6V2cDxRQYknkl6S/VCgEE+VJw7hTysuIxii49yH9K+Paa7E8E4csvTJhkEn7udO/Cxr7oox49DsyYoO6rSQ91XhEo5U8IvZXTRbVki7qsJHUqqKeAKehs1EtVmIWpiAVMlVCTKaeDUYNPBpkdeikvRQH//2Q==" alt="gaji atau komisi karyawan" width="100" /> Dalam beberapa kasus, sering kita temui kendala-kendala menyangkut sistem penghasilan yang diterima karyawan yang bekerja di usaha <a title="sablon kaos" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon kaos</a> kita.  Terkadang <strong>gaji</strong> bisa jadi satu sisi keuntungan bagi karyawan, karena nilainya yang tetap. Gak peduli ada order atau tidak ada order, yang mereka tahu gajinya adalah sekian. So,, kita sebagai pengusaha harus alokasikan dana tetap setiap bulannya untuk gaji mereka. Inilah sisi keuntungan dari sistem&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="data:image/jpg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wBDAAkGBwgHBgkIBwgKCgkLDRYPDQwMDRsUFRAWIB0iIiAdHx8kKDQsJCYxJx8fLT0tMTU3Ojo6Iys/RD84QzQ5Ojf/2wBDAQoKCg0MDRoPDxo3JR8lNzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzc3Nzf/wAARCADNAIgDASIAAhEBAxEB/8QAHAAAAQUBAQEAAAAAAAAAAAAAAAECAwQFBgcI/8QAPRAAAgECBAIHBgUCBQUBAAAAAQIDABEEEiExBUETIlFhcYGRBjKhscHwFCNCUtEH4RVDcpLxJCUzU2Ky/8QAGQEAAwEBAQAAAAAAAAAAAAAAAAECBAMF/8QAIhEBAQACAgICAgMAAAAAAAAAAAECEQMSMUEEITJREyJx/9oADAMBAAIRAxEAPwD2ulFJQDTBaKKKQFFFFAB2ptOO1NNMhSGlpCaAKKKSgENNpxplMA0u4NJa9c5x32tw3DJThsPBPjMVcDoYFue/XYW7TU3KTyqS3w1sUgIJeQ6cqK4zEe3WFSTo8bg8Vg22zSgMoPeVvaio7xXTL9PR6KSlro5lG1FIKWkYooooAO1NNOJpppkKbS0070A4UlLSEgb6UAhqGWRY1uxrnePe1KcPmaGJSxG5riOK+2WKlBAawvsvjXLPmmP00YfHyym3oPEuPxYVGysLjzNcXxP2iYBxhysYJucoAv41zuK4pLLcMeWunfWZJOzG/fWbPkuTThxTBPxLiZlB6UBr660VmYlC1zRXLbpp9K0opKUV6byi0t6SigFJovSUUAUhpaQ0A29IaWkNECPE4iPDQtLM6qo5nQVzfEOJzYvHwYfDy5ELglgLggakelZ/tpx1AHwsIEltHWx08qx/Zp5cBwfG8SxDSdCfy8OrLe3ad9ddPWs2fLu9Y2cXF1x7XyzPajFKcbJlN2zG9cjiWZpLdrBNO/7+FXMdi+mxMkjMbMc1ZJx8YnMliwXVR37XrP721eJptLC0jue+1K2HSNC0zAKDresWT2hK9WIa8rC9RrjcRiDmawY7Fzf0G1TZRGlNZyTlsp1Uc/Gin4SFgueRi7nmaK511kj6KoFJS3r13iHUUUUAtFJei9AFFFMllSJM0jBaADWPxvjeEwETiWcJ+kmx37L1U4p7R5JGw+AiOInA1Vdl72bYVx3FMbjpHf8AFtCYblchS8ZFufbrz5VyzyutYrw1Mt5MbjeKk4vxjCx8MGedpQgI3IO9+4b+VX/bp0g6DhuGmVosKgUhWN7gc62/Y7hHDOBYaXjHSZ5sSPyInYN0C8wDzuefZauN9sOLRYrihlyKXJyggWv2nwHbWWzrNe69CZzK79RyvF5mjwuRVzPJ1bDe3OsuODpYmkQMFUgObEqpOwPKu/8AZ/2d/HKMTisGZVOoadsi27l3t428Kk9vp8Nh2wvAxb8PhyJZY4kCKXI6q6clHndqrr1x+095nlrF58iOgGZCyk6FRWrgAjWyLduwiu8h4cX4L0eJyRodVul1290L9nnVBeBtHhonMMayObIig5n/AJ5Vxt27ySe1TAYOfEvHHGmZnNlUC9zRXqHst7PDhcInxQH4txsDpGOwd9FaMPjbm6y5/K1dYuppRSUVrYTxRSLQxA1O1AOFIzKouxtVDFcTihbo75pLe6NT6Vl4rFySuFfPc7Rx6nzPKpt0bRxnFFjJSJSX5Aa1i4zETzy2fM4OnRRWLeJPL72qePDEoQ140At0MZuWHYb/AM1S6UpimwspfBR5AUyWLSG5v1vC2gqL9gv+FvMC2IOSLNcRILX8e2pZcCjR9E0cax22Zb38aIhNhiI8Li+qNcs6A/KxpX4q0JMWNwhsf1RNcH1/mjqK5vF+yAmmDcP4icIGHuKQQfAVpcC9hOH4LF/jcUfxWJH6pBcL4CteGThcq2Usb/5ZBB9KtpiWxDCHDCxtuRoB9B3+lKceO9n/ACZ2db4R4w4bDAl+iihQ3diNGbkv1NeYce4XDi8W0kU7Ym8jO8zrYC++p31r0TifA8bj8ZGDNHHg02G5JO7Hv+VPx/sngcVg44Y2eJ4zcSDme8c6jkwzzv1Gjizx45/rzGTCYvEGHDYZpDEtgqqSSf4HdXpnsxwI8PgTEY1mmxjL70hvkHYKtcH4Hh+GANmM03/sYbeArUNVxcPX7yLl5+01iKKQ0VoZligmwoO9FIKeO4lFhAA4bMfdUDesHF8UxeKcqivGgW7dFqwB2vp2W2rp5IkmUpIisp3DC4NZs/BIy+fDMUYbAk6eBvcfLuqdUMuD8MV/LleFLAsqLdm7etudflWokChQUNkIvdbEt33rFxuCxsUiyTxMSunTRKLkd5GuneK0cFxKJmEeJdkYEKC2zG2u3hSCxFOiqCsZCk23Fz409o8Lj4SsirKgOzDVT9DT+jglUvlQqf1A7+lNVFQEKoJXXIugPnQbMk9nYus2GnkjvuGNx/NZk2D4lgpmWPGkdILZSgbMB2X3rZxvEUwrKJjnmbRIY9dfDn41DHhmd5JsaUEkg1hLEi3IHn5UEbwqDF4pR0jB9rykAIDzGm57thzPbv4bDx4aIJEPFjufGqEOLxEUSqq4eQKLWRsv0ok4wYlzSYRrcykgIFVuBqUhNYMftXw97mVJolG7lQVHnetLAcSwXEVL4LEJKoNjl3FHaU9LRNNJopDtVEQmimE0UBeca0lSmwBNr1k4jjcUZaMqYW/dKpC/7th52qLlJ5PTRAO9qY00amxYE9gN6yppp51DlmaPtQhlPhbS3nVWXGNEoCZJB3jb6fGnsNmTF30RN+69UpcJBiDmeNVca5o9Dfy/vUcOLDwjLlYgaqDa1QzPMz5lmIHIG9TaELcH6K4w8+YFixEvMn4H4U2GDFQT7SQxhTna/U8dz6a0oxE8THr5h2X+zVXG8Z/DLeVlHaC1ifAUuwU5ONYLhzgR9M0x0fFvAWv4CmRe07YjMIkjY3sWfDsl/M6VRxXEWxchleBYIf0l4zmk/wBIB1+FZ+K4iYiyITEQP09aQeey+WvfUZckhzG1t4njUuS8riBW2QRkMfAHX1tWJjuKStJ1mK35zEyP5LsvnWXNiCvupkYruT1iPE6+dUhJfqLc3OttQfM1yuVq5jIuPIk0gkmDSvf3pWLHyGwrrvYDELJxopK5LNCwRRoNxv5VxqQOVBkfo1PfqR99tbvsmwh49ghhlIJkALMeXP4UYXWUO+HrPRrR0a9lOorXtyMMaftFFONFMDFk/hpcrFWymzDlXnuPxGJfEF26aWx0cgj5W19a9FkQSRsjbMCD515vjYRh8W8UMitIpINx0bH6Gs3P6XgZDxB4GurdG555spPyNW343iAtpo0l7pI7k/In1qiZXAKywsNNermv6fxVQNhH6schiPYhZPht8KzTKr01k4tDI4Z8Llf/AOJCpHkQae+NgIsf8Qyk3JUK9vRtvKswRvbRw4HJgp+It8qilnkhsWUdxuD/APrL9aucmf7HWLmKxGEiUzDHFwNFigR+kY9hBsB4k1jF0ik6aaKGIj3c35sv+46DyB8afxDiTlirCBALAnc37jv6etZE+IytfQHe7b+NuXj8aLnlkJjIlxuLlJLRjIGHvMes3mdflWeXINjq3dy8vvxqZYpWHSSHo1bZmJJb6n71pVKQ3ESm/wC5tx9B5eppQCKBspM9wd8qjU95/vTopMgtDlQD9Vvs/Km5iRc2JHZoB3miO+XpHsdbXOg/vVkliUuS2ZnPadq6X2Lw80nHcKy5rRsWPV0At9+tc4J8o/Lt4kV2H9Ok/wC6yyM93MJFiNbXHpTx/KQXw9EoNF9KQmtbkDRTTRQEshIRitrgEi/bXnPEsSJMY4mBjYsSxK6ffmK9EnBMEgF7lTtXneJUTArKpBBIAfrW7hexHlWfn9LwUejI60SgqdbxyW+eg9aikcZwZVVgTb8wZT8rHyqY4LI2YK4IOjwnUeR1qJ0mTXOklzoGJRvW4uay6dC9Q3ySSRAcmGdfXlTL4iLrhInjP645cv36UOCFJnjliHaUuPhb4g0yFZJW/wCnkVz2Brn4WPwpaCjxGCWaX8QZIogQAGOrk9386VTvFCxyIGfm7amrnFJehlEciiOQDrBlyk+PMis5pCQCBlTk7fQVc8AYiRswZmJZttyWqIdIXK3Kn9o1PmeVTBMgLKCumpY3Yj6Ux2spA6oPL91UQbLsGBtoRyqMM0rdVrkfqO3lS2/KBkAyA6BTvTy5JC3KgDQbevIUySYdNTuxvza1q7r+n0GbiE0xNujisOQuT2eVcLG4ICxg9zWv6D6mu6/pyTHi8QgUHPGGzE9h2796rj/KFfDvL6UhNF6S9a3MhNFITRTCdrFSDzFeb8RDwYp2ZXsxuWjQg+f/ABXpNcBxMSLipT1hGW6tiR5WbSs3yPEXgzVmEg6ksbWG3ukffhQ0pKnpAzDnm6w9Rr9KSawYLKqX5dIuW/gdR8aYYSrKwfIeRbUHz/isjokhMeXqFwh5I4Yen/NK+EikQgpGc3Ntj9fSoZj1l6aJZAf1Dl570rOyIDC0mXsvm+FGwwcZBbGyZUsy6ZnJa3heonARtGMjjcnlV3iQVJryMiqetljBBub667dlUZC8lly5E/aNS1dCRFhY7M1+zQfzUb5SRfMTubkfYFK5CgXAO4uNfIdvyFV5HBIUAXGpUa27yaAmMthmBJ7ABv4UiKzkX1HJeX96YgsWdmF+ZP3oKVsUqL1NO/m3hVEvoY4DlBzyHlpYeJ+ldj/TqTPxHEHOGIh1Hb1hsK8z/GAX6wGuw7f5rv8A+m6z4XEzTSoOvGAFI6wF6vjn9oWXh6YTTSaiWdWpc4tWtzOJophaigLvhXA4rMcVJ0ZX3jdc17Hw0Nd9Xn/FEB4jiERXJznxOvxrPz+FY+VeV3juHh0O+XbztofSqy/h2B6B2iZtGW4APlqD8KkMzJdesPh/ao3WGdvfsedzz+++sljpC9C0IPUQX3AXL8NV+VQrMi7xZb6aWUH16p9RTgjQgrG2e+6ns+vxpYplhBXIqZtLHT5b+YpapsbillxPuktluFcH4DW/yqg7NqG1Y+92D/UefgK0uNzIsoPURpF1EaWZtaxJOt/5MuUf5fIeJ5+FWSNpM7XjJPIvYC/cBTVUICzAKoPbpf6miVxHfPqTy20+gqnLOzE5baaC2wHdVknnxDMLAC3IHlVYZ5nCIC7k2AGpPjUmEglxEgSME87nYd5rpOG8Njwq9UZpDbM5Gpq5iFbg/BxCVkmIaXlpovh/NdzwBOjZjtpWPDGByre4WAF7664xOTbSS1TLMe2qYanBq7IXBNRVUNRQHQ1xPtCsmG4lPIzvldswa1gB2V2t65X2nweLebpsNKrArYoy2t5/2rjy424/SsWC+IzAZwGJGjWsT58/OoZOie1rjt5W+/KqWKvELYnDvhzzeI2U+I1B+FQCfQGJ1mB2Hun0/g1ksvtbRtoApzrfZh/OlJYEmwIJGw/g/SqCYu75SSj/ALSLW9aezOT7wbTRZEvr8/Q0GyuKKBjjY9ewAA7OwXrNkl6G50zg77hf5NXuOYhzOGKKt0AGRiS3jfYViSX95zlQaX5DuFVAbI7y5mtlG5N9T41JgMDJjGtHdIgetIRqe4VYwPDJMXleYGLDg3Cc37zXSYfDrGoVFCgAAAcq6Y4kjwODjw8YSJAF+fia0Io7URR25VZjjroRYk2rWwItVKJKv4YWq8U1eQ6U8GolNPBq0n3opt6KYdHeqWLGe9xcVcvVaakGHi8GjctOysHG8Ew8pJyZW/cmhrrpQDVOaNeypuMp7cLieDYuInopFmT9jjWs5xJhLrLHJFfcZjlHgDpXfyxr2VUlw8TizKCOw1xy4Z6V2cDxRQYknkl6S/VCgEE+VJw7hTysuIxii49yH9K+Paa7E8E4csvTJhkEn7udO/Cxr7oox49DsyYoO6rSQ91XhEo5U8IvZXTRbVki7qsJHUqqKeAKehs1EtVmIWpiAVMlVCTKaeDUYNPBpkdeikvRQH//2Q==" alt="gaji atau komisi karyawan" width="100" /> Dalam beberapa kasus, sering kita temui kendala-kendala menyangkut sistem penghasilan yang diterima karyawan yang bekerja di usaha <a title="sablon kaos" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon kaos</a> kita.  Terkadang <strong>gaji</strong> bisa jadi satu sisi keuntungan bagi karyawan, karena nilainya yang tetap. Gak peduli ada order atau tidak ada order, yang mereka tahu gajinya adalah sekian. So,, kita sebagai pengusaha harus alokasikan dana tetap setiap bulannya untuk gaji mereka. Inilah sisi keuntungan dari sistem gaji bagi karyawan.</p>
<p>Di lain sisi, ketika order sedang banyak-banyaknya, malah justru disinilah waktunya para karyawan untuk mengeluh. Karena pasti pekerjaan mereka menjadi berlipat ganda bebannya, namun penghasilannya ya segitu-gitu aja. Miris sih, tapi emang kayak gitu kan sistemnya.</p>
<p>Lalu, apakah solusinya sistem komisi ? Nggak juga, kendalanya pasti kebalikan dari sistem gaji. Kalo banyak order, si karyawan bisa nyengir. Tapi kalo order dikit, ngeluh deh&#8230; !!</p>
<p>Selain itu ada faktor lain yang kadang menjadi penentu cocok tidaknya sistem gaji atau komisi, yaitu karakter si karyawan yang bersangkutan. Setiap karyawan atau pegawai biasanya memiliki karakter atau etos kerja yang spesifik. Secara umum ada 3 tipe pegawai/karyawan :</p>
<ol>
<li><strong><a title="Karyawan" href="http://digi-crea.com/2009/11/wisuda-pertama-jadi-pengusaha/" target="_blank">Karyawan</a> Banget (pake banget tuh&#8230; )</strong></li>
<p>Tipe karyawan biasanya ingin cari aman. Aman dalam artian mendapatkan penghasilan yang pasti dari perusahaan tempat mereka bernaung. Biasanya mereka menganggap bahwa pekerjaan adalah sebuah tuntutan yang harus mereka lakukan demi sebuah imbalan yaitu Gaji bulanan. Mereka hanya mengerjakan pekerjaan yang disuruh atau didelegasikan kepada mereka tanpa berpikir bagaimana untuk mengembangkan diri dan menjadikan pekerjaan tersebut sebagai ajang penggalian kreatifitas dan prestasi. Jika pekerjaan yang di dedelegasikan telah selesai namum jam kerja masih tersisa, mereka menyibukkan diri dengan ngobrol dan cari hiburan. Mereka miskin inovasi. Berangkat pagi, mengerjakan pekerjaan rutin, pulang kantor lepas kepenatan dan cari hiburan. Perlu saya tekankan sekali lagi, bagi karyawan ini, pekerjaan adalah tidak lebih dari sekedar “Tuntutan”. Biasanya tipe ini suka ngeluh (capek ngeluh, ngantuk ngeluh, disuruh ngeluh, gaji gak naik2 ngeluh). Keliatan koq dari status FB-nya.. He,,</p>
<li><strong>Professional</strong></li>
<p>Tipe ini menurut saya setingkat levelnya di atas tipe karyawan. Dimana mereka menganggap pekerjaan adalah sebagai tanggung jawab yang dilimpahkan kepada mereka dan menjadikannya sarana belajar untuk pengembangan diri. Para professional ini memang sangat dibutuhkan untuk kemajuan perusahaan. Di tangan merekalah, pengembangan produk, Peningkatan penjualan dan pengelolaan keuangan perusahaan ditentukan baik atau buruknya. Tipe ini telah sadar akan yang namanya “prestasi”. Mengupgrade pengetahuan di bidang yang mereka geluti adalah wajib adanya demi jenjang karir mereka dan mereka anggap itu adalah kebutuhan. Berangkat agak siang, mengerjakan pekerjaan rutin, mengembangkan diri lalu pulang istirahat.</p>
<li><strong><a title="Pengusaha" href="http://digi-crea.com/2009/11/hello-world-sapaan-bagi-seluruh-marketer/" target="_blank">Entrepreneur</a><br />
</strong></li>
<p>Tipe yang satu ini memang pantas untuk diacungi jempol. Mereka adalah tipe yang sangat berani untuk mengambil resiko yang besar. Penuh inovasi, bertanggung jawab dan tidak pernah berhenti mengembangkan diri. Tipe ini memiliki kemampuan untuk mengelola sesuatu yang ada untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan agar lebih optimal</ol>
<p>Memang kalo usaha kita sudah lancar, bisa jadi solusinya adalah gaji ditambah komisi(bonus) tambahan. Nah mengingat kalo usaha kita baru merintis, sebaiknya terapkan sistem situasional dan kondisional yang sesuai dengan tipe karyawan yang bersangkutan. Setidaknya referensi di atas bisa jadi sedikit patokan teman2 dalam memutuskan memilih sistem gaji atau komisi bagi usaha sablon kaos. Selamat Berkarya <img src='http://tsearch.digi-crea.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/gaji-atau-komisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa masalah film sablon</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/beberapa-masalah-film-sablon/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/beberapa-masalah-film-sablon/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 08:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul Yandri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips sablon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=666</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 3px;" src="http://tsearch.digi-crea.com/wp-content/uploads/2010/08/film-sablon-zoom.jpg" alt="film sablon" width="200" height="120" /> <strong><a title="belajar membuat film sablon" href="http://tsearch.digi-crea.com/belajar-membuat-film-sablon/" target="_blank">Film sablon</a></strong> memang terdengar sepele, tapi ternyata cukup signifikan dari segi waktu pengerjaan jika file yang hendak dicetak kurang layak. Penambahan charge biaya setting <strong>film sablon</strong> terkadang memberatkan customer. Bagi aktivis sablon yang sudah berpengalaman biasanya sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Tapi sekedar share aja saya akan menjabarkan beberapa masalah terkait film <a title="sablon kaos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon</a>. Itung2 berbagi pengalaman kan ? Cekidot&#8230;</p>
<ol>
<li>File design yang</li></ol><p>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 3px;" src="http://tsearch.digi-crea.com/wp-content/uploads/2010/08/film-sablon-zoom.jpg" alt="film sablon" width="200" height="120" /> <strong><a title="belajar membuat film sablon" href="http://tsearch.digi-crea.com/belajar-membuat-film-sablon/" target="_blank">Film sablon</a></strong> memang terdengar sepele, tapi ternyata cukup signifikan dari segi waktu pengerjaan jika file yang hendak dicetak kurang layak. Penambahan charge biaya setting <strong>film sablon</strong> terkadang memberatkan customer. Bagi aktivis sablon yang sudah berpengalaman biasanya sudah terbiasa dengan hal seperti ini. Tapi sekedar share aja saya akan menjabarkan beberapa masalah terkait film <a title="sablon kaos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon</a>. Itung2 berbagi pengalaman kan ? Cekidot&#8230;</p>
<ol>
<li>File design yang terlalu kecil</li>
<p>Kelayakan sebuah gambar yang diberikan customer untuk dijadikan film sablon bisa jadi sebuah masalah teknis yang sepele tapi sering memakan waktu yang tidak sebentar untuk memecahkannya. Sering ada customer yang order dan menyerahkan gambar desainnya dalam ukuran file yang cukup kecil. Karena biasanya customer yang awam di dunia cetak mencetak searching gambar di google, trus disave (itupun thumbnail-nya) and langsung dikasih ke tukang sablon. Huuuft,,,</p>
<p>Solusi : Sejak awal berikan note kepada pelanggan, bahwa file untuk desain harus berukuran yang layak cetak</p>
<li>Customer yang tidak mengerti</li>
<p>Okelah kita bisa menjelaskan kepada customer kalau pembuatan film sablon harus menggunakan file desain yang resolusinya baik. Tapi, saya juga sering menemui beberapa customer yang agak &#8220;ngeyel&#8221;. Sudah dijelaskan sejelas-jelasnya dan bahkan berulang kali, tapi tetap saja dia menggangap filenya tersebut sudah cukup keliatan kan untuk dicetak.</p>
<p>Solusi : Sabar aja menjelaskan kepada pelanggan yang awam karena ketidaktahuan mereka masalah teknis proses sablon (yg sabar ya..)</p>
<li>Kemampuan setting film sablon</li>
<p>Sebenarnya, kedua masalah diatas bisa diatasi dengan kemampuan kita dalam menggunakan software pengolah gambar seperti Photoshop atau Corel Draw. Dengan kemampuan yang mumpuni dalam memanipulasi gambar dengan software pengolah gambar, biasanya dapat terselesaikan dengan cepat. Walau terkadang kita kedapatan file gambarnya agak rumit, kecil dan pecah.</p>
<p>Solusi : Perdalam terus kemampuan tim dalam menggunakan software pengolah gambar. (Keep on learning)</ol>
<p>ada yang mau menambahkan ?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/beberapa-masalah-film-sablon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keong racun yang pandai ber-viral</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/keong-racun-yang-pandai-ber-viral/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/keong-racun-yang-pandai-ber-viral/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 06:51:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul Yandri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[sablon]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:iB2smsVuVnm2kM:http://maumuda.com/wp-content/uploads/2010/07/Video-Keong-Racun-Sinta-dan-Jojo.jpg" alt="keong racun" width="133" height="85" />Dasar kau <strong>keong racun</strong><br />
Baru kenal eh ngajak tidur<br />
Ngomong nggak sopan santun<br />
Kau anggap aku ayam kampung</p>
<p>Siapa yang nggak kenal sama 2 orang cewek belia, Jojo dan sinta ?. Berkat keong racun-nya, mereka yang tadinya No One tapi sekarang menjadi Special One. Infotainment, berita, blogger, facebook dan seluruh social media di internet hampir semuanya membicarakan video lipsing keong racun dari 2 cewek ini. Bahkan yang tidak&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:iB2smsVuVnm2kM:http://maumuda.com/wp-content/uploads/2010/07/Video-Keong-Racun-Sinta-dan-Jojo.jpg" alt="keong racun" width="133" height="85" />Dasar kau <strong>keong racun</strong><br />
Baru kenal eh ngajak tidur<br />
Ngomong nggak sopan santun<br />
Kau anggap aku ayam kampung</p>
<p>Siapa yang nggak kenal sama 2 orang cewek belia, Jojo dan sinta ?. Berkat keong racun-nya, mereka yang tadinya No One tapi sekarang menjadi Special One. Infotainment, berita, blogger, facebook dan seluruh social media di internet hampir semuanya membicarakan video lipsing keong racun dari 2 cewek ini. Bahkan yang tidak kalah mengagumkan, di twitter, kata keong racun nongkrong selama 3 hari di halaman depan sebagai trending topic yang artinya keyword tersebut sedang populer. Hebat kan&#8230; ?</p>
<p>Saya sendiri pertama kali melihat videonya, senyum-senyum sendiri (Walaupun kepala ikut2 lenggak-lenggok juga). Polos, kreatif dan konyol. Dua cewek ini seakan ngajak saja untuk ikut goyang, entah karna emang suka sama gaya mereka atau saya emang udah terhipnotis oleh kepopuleran mereka melalui media2 berita. Whatever, bukan sisi itu yang akan kita bahas disini. Sadar tidak sadar, suka tidak suka, Jojo dan sinta berhasil memikat perhatian publik dengan gaya mereka sendiri. Bahkan bisa sejenak membungkam berita video ariel, Luna Maya dan Cut Tari. Keong racun itu benar2 beracun.</p>
<p>Teman2 teman pasti bertanya, Koq T-Search Oblong yang notabene bidangnya bisnis dan <a title="Sablon kaos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon kaos</a>, tapi malah membahas Keong racun sih ? Apa Hubungannya ?</p>
<p>Ada banget. Coba bayangkan, andai saja kita kreatif seperti Jojo dan sinta. Kita jeli melihat bahwa di internet itu sebuah berita mudah sekali mewabah. Ini tak ayal lagi karena adanya social network seperti facebook dan twitter. Dari mulut ke mulut berita tersebut langsung tersebar ke seluruh pelosok negri. Kalo di marketing, hal ini disebut Viral Marketing. Dan memang metode viral marketing ini adalah metode terampuh dengan low budget tetapi ber-impact besar.</p>
<p>Sebenarnya benda apa sih <em>viral</em> itu? <em>Viral</em> dikenal sebagai metode penyebaran pesan dengan menggunakan teknologi, baik itu internet maupun <em>mobile</em>. <em>Viral</em> erat kaitannya dengan konten. Seseorang menerima <em>e-mail</em> atau pesan SMS dari kenalan. Jika ia merasa kalau konten dari <em>e-mail</em> atau SMS itu bisa bermanfaat pula untuk rekan-rekannya, maka ia lalu mengirimkan konten serupa itu ke <em>e-mail</em> atau SMS temannya. Bisa saja ia mengirim ke satu orang teman. Bisa pula ia mengirim ke puluhan temannya. Proses penyebaran konten inilah yang dikenal dengan sebutan <em>viral. </em>Status di facebook pun seperti itu juga jalannya, seorang men-share berita, lalu  temannya share lagi dan terus berlanjut hingga sampai ke jutaan orang.</p>
<p>Bagaimana ? Tertarik dengan viral marketing untuk bisnis anda ?</p>
<p>Tapi yang jelas di Viral Marketing syaratnya adalah Kreatif, Unusual dan Thinking Outside The Box.</p>
<p>Semoga Bermanfaat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/keong-racun-yang-pandai-ber-viral/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BERHASIL ATAU TIDAK BERHASIL</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/berhasil-atau-tidak-berhasil/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/berhasil-atau-tidak-berhasil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 15:25:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BOBBY</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips usaha dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:PvDE-DMN9sI-xM:http://maximum-person.com/wp-content/uploads/2008/09/sad_man.png" alt="berhasil n tidak berhasil" width="122" height="103" /> Kata-kata tersebut mengandung arti yang dalam. Manusia harus selalu menyadari bahwa sistem dualisme selalu mengatur dunia ini dalam dua kutub yang saling berlawanan. Ada gelap ada terang, ada tinggi ada rendah, ada besar ada kecil dan seterusnya. Berhasil berarti kemenangan, gagal berarti kehancuran. Maka, dalam hal perjuangan mencapai cita-cita luhur, tidak ada kompromi. Tidak ada pilihan untuk <strong>setengah berhasil atau setengah gagal</strong>. Yang ada hanya “berhasil” ! Kita menolak&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:PvDE-DMN9sI-xM:http://maximum-person.com/wp-content/uploads/2008/09/sad_man.png" alt="berhasil n tidak berhasil" width="122" height="103" /> Kata-kata tersebut mengandung arti yang dalam. Manusia harus selalu menyadari bahwa sistem dualisme selalu mengatur dunia ini dalam dua kutub yang saling berlawanan. Ada gelap ada terang, ada tinggi ada rendah, ada besar ada kecil dan seterusnya. Berhasil berarti kemenangan, gagal berarti kehancuran. Maka, dalam hal perjuangan mencapai cita-cita luhur, tidak ada kompromi. Tidak ada pilihan untuk <strong>setengah berhasil atau setengah gagal</strong>. Yang ada hanya “berhasil” ! Kita menolak kegagalan, sehingga kegagalan harus dicoret dari kamus kehidupan kita. Oleh sebab itu, dalam mengejar suatu cita-cita, perlu selalu dipahami bahwa pilihannya juga hanya ada dua, yaitu <strong>berhasil atau gagal</strong>. Para pemimpin telah menetapkan bahwa pilihan harus hanya satu, yaitu “berhasil”. <strong>Tidak pernah ada kegagalan</strong>. Yang mungkin ada hanyalah “belum berhasil”, bukan kegagalan.</p>
<p>Para kandidat yang ingin <strong>menjadi pemimpin usaha yang berhasil</strong>, harus benar-benar mengambil intisari pelajaran ini. Tidak akan pernah ada kegagalan, selama kita belum berhenti berusaha. Sir Winston Churchill mengatakan : “Jangan mengaku kalah ! Jangan, jangan dan jangan pernah menyerah dalam hal apa pun yang Anda lakukan !”</p>
<p>Perlu dimengerti bahwa suatu perjalanan panjang menuju cita-cita adalah suatu garis penghubung antara dua titik yang saling berjauhan, yang satu di sini yang lain nun jauh di sana, dan diantara keduanya terdapat serangkaian gunung terjal serta lembah dan jurang yang curam. Gunung terjal menempatkan kita di posisi ketinggian pada satu saat, sedangkan lembah dan jurang mengharuskan kita berada di kerendahan pada saat berikutnya.</p>
<p>Tidak ada sesuatu yang salah dengan hal itu, semua wajar-wajar saja dan memang seharusnya begitu. Demikian juga berbagai kemenangan dan kejatuhan kecil sepanjang perjalanan menuju sukses, adalah suatu hal yang wajar-wajar saja dan memang harus dilalui. Tidak ada jalan pintas. <strong>Tiada kebahagian tanpa pengorbanan</strong>,</p>
<p>Sumber: Muizzaddin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/berhasil-atau-tidak-berhasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inilah kesalahan terbesar pebisnis sablon (Part 1)</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/inilah-kesalahan-terbesar-para-pebisnis-part-1/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/inilah-kesalahan-terbesar-para-pebisnis-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Jul 2010 17:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul Yandri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips usaha dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pebisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=585</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:mDz1BiJa-Yq36M:http://www.honeytechblog.com/wp-content/uploads/2009/05/business-plan.jpg" alt="bisnis" width="143" height="111" /> Sejak terjun ke dunia penuh dinamika ini yaitu dunia <strong><a title="pengembangan bisnis" href="http://digi-crea.com" target="_blank">bisnis</a></strong>, tentu saja saya jadi sering bertemu dengan beberapa orang2 yang sepemikiran. Mulai dari orang yang baru belajar berbisnis sampai para trainer2 handal yang telah mendirikan bisnis dan menjadi pembicara publik. Banyak sekali pelajaran yang saya petik dari hasil ngobrol maupun bekerja bersama mereka. Kali ini saya akan kupas mengenai kesalahan terbesar para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya. Ada beberapa elemen&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:mDz1BiJa-Yq36M:http://www.honeytechblog.com/wp-content/uploads/2009/05/business-plan.jpg" alt="bisnis" width="143" height="111" /> Sejak terjun ke dunia penuh dinamika ini yaitu dunia <strong><a title="pengembangan bisnis" href="http://digi-crea.com" target="_blank">bisnis</a></strong>, tentu saja saya jadi sering bertemu dengan beberapa orang2 yang sepemikiran. Mulai dari orang yang baru belajar berbisnis sampai para trainer2 handal yang telah mendirikan bisnis dan menjadi pembicara publik. Banyak sekali pelajaran yang saya petik dari hasil ngobrol maupun bekerja bersama mereka. Kali ini saya akan kupas mengenai kesalahan terbesar para pebisnis dalam menjalankan bisnisnya. Ada beberapa elemen yang akan saya kuliti, tentunya agar menjadi masukan bagi teman2 dalam membentuk pola pikir pengusaha yang sesungguhnya.</p>
<p><img class="alignright" style="margin: 4px;" src="http://www.smart-action.net/wp-content/themes/smart-action/thumb.php?src=http://www.smart-action.net/wp-content/uploads/2009/05/agus_gunario.jpg" alt="" width="84" height="112" />Dalam satu kesempatan, kira2 setahun yang lalu saya sempat berbincang-bincang dengan seorang yang luar biasa, <a rel="nofollow" href="http://www.smart-action.net/business-coach-agus-gunario.html" target="_blank">Bapak Agus Gunario. Beliau adalah seorang pelatih bisnis dari Action Coach</a>, sebuah perusahaan international penyedia jasa pelatih bisnis bagi para calon entrepreneur di 26 negara. Dan yang saya dengar, Bapak Agus ini sempat mendapatkan ranking urutan ke 12 pelatih terbaik di Action Coach milik Brad Sugar ini. Wow&#8230;</p>
<p>Dari obrolan dengan beliau, ada sebuah kalimat dari beliau yang sangat melekat hingga sekarang di benak saya. Bahwa <strong>Bisnis adalah sebuah badan usaha yang menguntungkan, yang bisa berjalan sendiri tanpa adanya si pemilik bisnis (di tempat)</strong>.</p>
<p>Dari kalimat diatas, mungkin anda sudah bisa langsung menginterpretasikan kesalahan-kesalah terbesar pebisnis  yang ada, hingga akhirnya bisnis mereka menjadi sulit untuk berkembang. Berapa banyak pemilik usaha sablon <a title="kaos polos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/kaos-polos/" target="_blank">kaos</a> yang sampai umur 45 tahun, masih tetap jadi tukang <a title="sablon kaos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon kaos</a> ?. Sebagai contoh juga, berapa banyak tukang gorengan yang selama 20 tahun, hanya menjadi tukang gorengan saja? Padahal bisnis sablon pun berpotensi juga menjadi kerajaan bisnis yang sangat besar menguntungkan. Atau Pernahkan anda melihat kios bakso yang sangat enak dan laris tetapi selama berpuluh tahun usahanya tidak bergerak maju dengan laju yang signifikan ? Sementara ada kios Bakso lain yang rasanya tidak seenak kios bakso pertama, tapi memiliki ratusan cabang di seluruh Indonesia? Contoh Bakso Pak Trisno di dekat rumah saya. Baksonya sangat enak menurut saya dan laris sekali tapi hanya memiliki 2 cabang, sementara kita bisa lihat Bakso Malang Karapitan yang memiliki puluhan cabang di Indonesia. Menurut saya sih dari segi rasa saya masih pegang Bakso Pak Trisno, Maknyus di lidah. Kalau kita bandingkan omzet bulanan mereka, wuiiih bagai bumi dan langit kayaknya&#8230;</p>
<p>Ironi, tapi itulah kenyataannya. Jangan tukar kemajuan bisnis anda dengan peluh yang mengucur tapi hasilnya kecil, hanya karena anda takut dicurangi (dikorupsi karyawan). Bangun sistemnya. Jangan remehkan pembangunan sistem di bisnis anda, karena itulah motor yang akan mentenagai kemajuan bisnis, tentunya dengan pendelegasian tugas-tugas kecil kepada orang lain lalu kita berfokus pada pengembangannya. Itulah sekelumit kesalahan terbesar pebisnis yang akan saya bahas lebih dalam satu-persatu pada part selanjutnya. Stay tune ya&#8230; <img src='http://tsearch.digi-crea.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/inilah-kesalahan-terbesar-para-pebisnis-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MENJADI PENGUSAHA TAK HARUS “PINTAR”</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/menjadi-pengusaha-tak-harus-%e2%80%9cpintar%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/menjadi-pengusaha-tak-harus-%e2%80%9cpintar%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 15:11:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BOBBY</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips usaha dan Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=555</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:EYVcfV-8pwG0RM:http://1.bp.blogspot.com/_HwF_tw43XG0/ST6eG1jRH0I/AAAAAAAAADc/JHFLDB65E6w/s320/organisation-iq.gif" alt="pintar" width="118" height="118" /> Biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: “Sekolah!”. Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.<br />
Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.<br />
Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:EYVcfV-8pwG0RM:http://1.bp.blogspot.com/_HwF_tw43XG0/ST6eG1jRH0I/AAAAAAAAADc/JHFLDB65E6w/s320/organisation-iq.gif" alt="pintar" width="118" height="118" /> Biasanya yang timbul di pikiran kita adalah: “Sekolah!”. Pilihannya mungkin dengan jalan mengambil program S2 dan jadi seorang MBA, atau ikut sebanyak-banyaknya seminar dan pelatihan, atau bisa juga dengan berguru dan mengabdi pada seorang begawan bisnis.<br />
Kira-kira, sudah selaraskah alur pemikiran yang sedemikian dengan apa yang terjadi pada kenyataannya? Mari kita telaah.<br />
Kebanyakan dari kita berbisnis karena ingin sukses, lalu menjadi kaya raya. Kita membayangkan, betapa enak dan hebatnya bila kita dapat sesukses dan sekaya Bill Gates atau Donald Trump. Menurut pandangan masyarakat pada umumnya, mereka itulah orang-orang sukses yang sebenar-benarnya. Merekalah sosok-sosok pebisnis yang prestasinya membuat banyak orang terobsesi.<br />
Maka tidak heran jika para pakar pun berusaha menyadap dan mempelajari segala hal yang ada pada orang-orang sukses itu, dengan harapan dapat mentransfer nilai-nilai kesuksesannya kepada orang-orang lain yang juga ingin menjadi figur sukses. Mereka berpendapat bahwa: “Leaders are made, not born”.<br />
Selanjutnya, segala sepak terjang yang dilakukan oleh para pebisnis tersebut, dikumpulkan, dipilah-pilah, lalu dianalisis. Dari analisis itu dibuat teori-teori. Hasilnya, muncullah berbagai teori kesuksesan yang terkemas dalam materi-materi “ilmu bisnis”, wacana profesionalisme, ilmu kepemimpinan (leadership), dan lain sebagainya.<br />
Orang-orang awam memang ingin sekali menemukan cara-cara yang bisa membantu mereka untuk secara cepat mencapai kesuksesan. Semacam rel kereta yang tinggal diikuti saja akan mengantar orang tiba di gerbang kejayaan.<br />
Namun demikian, apa benar kalau kita ingin menjadi figur sukses — lebih spesifiknya pebisnis sukses — harus menempuh perjalanan yang sarat dengan teori-teori kesuksesan seperti itu?<br />
Dari berbagai catatan yang ada, tampaknya tidak demikian. Banyak sepak-terjang yang dilakukan oleh para pemimpin bisnis dunia tidak mencerminkan bahwa kesuksesan mereka disebabkan pembelajaran yang sungguh-sungguh dalam ilmu bisnis, profesionalisme dan teori kepemimpinan. Tidak juga pengetahuan ekonomi, teori-teori tentang kebebasan finansial, ilmu marketing dan lain sebagainya. Dan tidak karena mereka rajin mengikuti seminar kesuksesan atau lokakarya tentang strategi bisnis.<br />
Di lain pihak, banyak pemimpin bisnis ternyata merupakan orang-orang yang malas sekolah, dan hanya ingin bermain-main (pada minat/potensinya) saja. Boro-boro ikut seminar atau lokakarya. Lho kok bisa?<br />
Ada beberapa contoh kasus. Yang pertama, Thomas Alva Edison. Nama ini sudah kita tahu sejak di bangku SD bukan? Namun, tentunya kita kenal Edison lebih sebagai tokoh ilmu pengetahuan, karena sekolah memfokuskan ajaran hanya pada penemuan atas lampu pijar dan berbagai temuan teknis lain yang dilakukannya.<br />
Maka jarang kita memperhatikan bahwa sesungguhnya Thomas Alva Edison adalah juga seorang pengusaha besar yang sukses. Ia adalah pemilik dan pendiri berbagai perusahaan dengan nama-nama seperti Lansden Co. (mobil/otomotif), Battery Supplies Co. (baterai), Edison Manufacturing Co. (baterai dsb), Edison Portland Cement Co. (semen dan beton), North Jersey Paint Co. (cat), Edison General Electric Co. (alat listrik dll), dan banyak lainnya. Salah satu yang masih berjaya sampai sekarang adalah General Electric.<br />
Apakah untuk mencapai itu semua Edison harus bersusah-payah mengikuti berbagai sekolah dan pendidikan tinggi? Atau mengikuti seminar kelas dunia yang diselenggarakan oleh para pakar kesuksesan, pakar bisnis atau pakar financial freedom? Ternyata tidak. Figur Edison adalah figur pemalas yang hanya tahan 3 minggu bersekolah. Ia lebih suka bermain-main dengan perkakas, dengan kawat dan dengan listrik. Itu kesenangannya dan dengan itu ia sukses.<br />
Contoh lain adalah Kenji Eno. Ia juga tidak suka sekolah. Ia cuma suka bermain-main dengan permainan, istimewanya dengan video games. Kelas 2 SMA berhenti sekolah terus nganggur. Lalu dapat kerja di perusahaan perangkat lunak, sampai akhirnya ia berhasil mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang dinamakan WARP. Dalam tempo beberapa tahun saja Kenji Eno mampu membawa perusahaannya menjadi perusahaan video games terhebat di dunia yang diakui oleh tokoh-tokoh industri.<br />
Fenomena-fenomena yang dibuat oleh orang-orang semacam Edison dan Kenji Eno ini memberi kesan kepada kita semua bahwa bisnis itu sebenarnya lebih dekat kepada sebuah permainan, dan terlalu jauh untuk diperlakukan sebagai sebuah ilmu pengetahuan.<br />
Gede Prama yang dikenal sebagai pakar manajemen (bahkan dijuluki Stephen Covey Indonesia), mengomentari fenomena Kenji Eno sebagai kesuksesan dari kebebasan berfikir yang mampu melompat, karena belum terkena polusi-polusi yang dibuat sekolah.<br />
Menurut saya, adalah keliru mempelajari fenomena pemimpin, untuk menciptakan pemimpin. Demikian juga, keliru mempelajari fenomena pebisnis sukses, untuk mencetak pebisnis sukses. Sebab, fenomena pemimpin (atau pebisnis) adalah fenomena manusia, yang tidak sama dengan fenomena alam. Kalau Isaac Newton mempelajari peristiwa jatuhnya buah apel ke tanah (fenomena alam) dan kemudian menemukan hukum gavitasi, maka itu oke-oke saja. Karena fenomena alam tidak berubah, hukum gravitasi pun akan tetap abadi.<br />
Akan tetapi, mempelajari fenomena manusia pasti akan menimbulkan frustrasi. Sebab, manusia merupakan mesin perubahan, sehingga tidak akan ada fenomena manusia yang tinggal tetap abadi sepanjang masa, berlawanan dengan yang kita lihat pada peristiwa jatuhnya buah apel.<br />
Pemimpin, dalam bidang apa pun termasuk bisnis, adalah sosok manusia yang bebas, yang bertindak semaunya tanpa memperhatikan teori mau pun kaidah, sehingga nyaris percuma kalau kita ingin mempelajari dan mengikuti jejak sepak terjangnya.<br />
Coba lihat, pada saat terjadinya resesi ekonomi dunia tahun 1929, semua orang berdasarkan teori-teori yang ada, berusaha untuk berlaku sehemat mungkin. Tapi sebaliknya, Matsushita si raja elektrik dari Jepang malah royal mengeluarkan uang. Seakan uang itu tidak lebih dari mainan saja layaknya. Meski pun bukan tanpa alasan dia berlaku demikian.<br />
Lihat juga Kim Woo Chong, pendiri imperium Daewoo. Ketika semua pengusaha (juga dengan teori-teori yang ada) berkonsentrasi memasuki pasar negara-negara kaya semacam Amerika dan Eropa, ia malah dengan santainya masuk ke pasar-pasar “keras” seperti Iran, Sudan dan Rusia serta negara-negara blok timur.<br />
“Kesia-siaan” mempelajari dan berusaha mengikuti sepak terjang para pemimpin bisnis bisa dirasakan secara langsung di lapangan. Saat pertama kali Harvard Business Review mempublikasikan konsep pemasaran yang beken dengan “Marketing Mix” 4P (product, price, place dan promotion), nyaris semua pengusaha serta pakar bisnis menganut konsep ini secara fanatik. Begitu juga dengan perguruan-perguruan tinggi dan sekolah manajemen.<br />
Tapi, tidak terlalu lama, sebagai akibat “ulah” para pemimpin bisnis yang gemar bermain-main, perubahan tren perekonomian dan industri memaksa para pakar dan pembelajar merubah lagi konsepnya dengan 6P, 8P bahkan yang terakhir disebutkan sebagai 12P.<br />
Terus bagaimana? Kalau kita harus bersiaga setiap saat untuk belajar dan tidak ketinggalan zaman dengan ilmu marketing, kapan kita berbisnis?<br />
Saya rasa kita semua banyak yang terjebak dan hanyut dalam “arus ilmu pengetahuan” yang dibuat oleh mereka yang “pakar ilmu pengetahuan”, sehingga kita tidak sempat lagi berinovasi yang justru merupakan kunci sukses bisnis. Kita malah terus menerus “dipaksa” mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan tanpa tahu di mana ujung pangkalnya.<br />
Pertanyaannya: ”Sebenarnya kita mau jadi pebisnis atau mau jadi ilmuwan sih?”<br />
Saya sendiri yakin bahwa bisnis dan kesuksesan itu adalah semacam permainan saja. Seperti apa yang dikatakan oleh William Cohen dalam tulisannya “The Art Of The Leader” : “Success is acquired by playing hard, not by working hard..”.<br />
Mengacu pada obsesi banyak orang tentang Bill Gates dan Donald Trump sebagaimana disebut di atas, perlu diketahui bahwa kedua orang tokoh ini pun mencapai sukses dari kesenangannya bermain-main. Bill Gates sejak masih berusia 13 tahun sudah bermain-main dengan perangkat lunak komputer, dan dengan itu ia menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Donald Trump juga sejak kecil selalu bermain-main ke kantor ayahnya, Fred Trump. Dia suka sekali melihat-lihat maket gedung dan pencakar langit, sebelum tertarik dengan bidang bisnis sang ayah, yaitu properti. Dan jadilah Donald Trump seorang Raja Properti.<br />
Terakhir yang ingin saya sampaikan adalah, orang yang mempelajari ilmu kepemimpinan tidak akan menjadi pemimpin. Tapi, orang yang mencoba menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin. Demikian juga, orang yang mempelajari ilmu bisnis, tidak akan menjadi pebisnis. Tapi, orang yang mencoba menjadi pebisnis, akan menjadi pebisnis.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.gacerindo.com/" target="_blank">Gacerindo.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/menjadi-pengusaha-tak-harus-%e2%80%9cpintar%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Together we can do better</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/together-we-can-do-better/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/together-we-can-do-better/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 10:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul Yandri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[tim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs528.snc3/30030_1187580227986_1782745993_355098_4102314_s.jpg" alt="kaos gathering RSUD Cengkareng" width="130" height="98" /> Pasti anda pernah dengar cerita2 tentang para Super hero semasa kecil dulu. Ada Superman, Hulks, Spiderman dan lainnya. Mereka dikenal sebagai manusia yang memiliki kemampuan lebih dari manusia pada umumnya. Mulai dari bisa terbang, bisa mengangkat beban yang sangat berat, bisa memanjat gedung dan segudang kemampuan luar biasa yang memungkinkan mereka mengerjakan sebuah pekerjaan seorang diri. Bahkan biasanya para superhero ini merahasiakan identitas mereka. Itu artinya mereka tidak butuh&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs528.snc3/30030_1187580227986_1782745993_355098_4102314_s.jpg" alt="kaos gathering RSUD Cengkareng" width="130" height="98" /> Pasti anda pernah dengar cerita2 tentang para Super hero semasa kecil dulu. Ada Superman, Hulks, Spiderman dan lainnya. Mereka dikenal sebagai manusia yang memiliki kemampuan lebih dari manusia pada umumnya. Mulai dari bisa terbang, bisa mengangkat beban yang sangat berat, bisa memanjat gedung dan segudang kemampuan luar biasa yang memungkinkan mereka mengerjakan sebuah pekerjaan seorang diri. Bahkan biasanya para superhero ini merahasiakan identitas mereka. Itu artinya mereka tidak butuh orang lain ketika menyelesaikan pekerjaannya. Mereka cukup mendengar kabar burung tentang misi yang harus mereka selesaikan, lalu dengan kekuatan super yang mereka miliki, maka misi tersebut segera mereka selesaikan seorang diri.</p>
<p>Lalu apa hubungannya dengan bisnis ?</p>
<p>Ada. Dalam bisnis, orang dengan kekuatan super ini cenderung tidak akan bisa bekerja secara tim. Orang ini akan cenderung tidak percaya jika mendelegasikan sebuah pekerjaan kepada orang lain. Disini saya tidak akan membahas lebih banyak mengenai orang yang super ini, tetapi lebih kepada bagaimana mengoptimalkan kinerja tim dalam membagun bisnis yang berorientasi maju ke depan sesuai dengan judul artikel ini yaitu Together we can do better. Artikel ini saya susun karena terinspirasi dari order <a title="sablon kaos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com" target="_blank"><strong>sablon</strong></a> <a title="kaos polos combed dan cardet murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/kaos-polos/" target="_blank"><strong>kaos</strong></a> gathering RSUD Cengkareng dengan desain kata2nya yang buat saya cukup powerful. Hmmm, menarik&#8230;.</p>
<p>Yang namanya tim adalah sekumpulan orang yang bekerja sama dalam mencapai sebuah tujuan. Karena tujuannya hanya satu, maka biasanya dipimpin oleh seorang pemimpin yang pandai dalam membaca situasi, kondisi dan menjadikan kemampuan tersebut sebagai pengetahuan dalam mengambil keputusan.</p>
<p>Banyak kesalahan yang terjadi dalam tim dikarenakan masing2 anggotanya memiliki kemapuan yang mirip atau sama. Setiap anggota tim hendaknya memiliki ketrampilan yang berbeda yang bisa menjadi pelengkap buat anggota-anggota tim lainnya. Anda bisa bayangkan kalau dalam sebuah tim sepakbola, semua personilnya adalah striker semua.  PAsti lucu deh jadinya,,, hehe,,,</p>
<p>Ketrampilan2 tersebut bisa dalam wujud ketrampilan teknis, fungsional, pembuatan keputusan, atau hubungan interpersonal. Syarat ini sangat diperlukan karena tim umumnya dibentuk untuk menyelesaikan masalah yang cukup kompleks. Tanpa adanya ketrampilan yang berbeda-beda tersebut, sebuah tim sulit menjalankan fungsinya. Namun ketrampilan di sini juga bisa dalam bentuk potensi. Sebuah tim tidak perlu mendapatkan semua ahli di bidangnya. Asalkan ada beberapa anggota tim yang berpotensi dan berminat mempelajari ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan, hal itu sudah mencukupi.</p>
<p>Nah, jika anda memimpin sebuah tim, maka berpandai-pandailah dalam menganalisa segala kondisi dan situasi, baik yang datang dari internal maupun eksternal. Lihatlah segala permasalahan dari sudut pandang yang paling besar yang anda mampu. Selamat bekerja dalam tim ! <img src='http://tsearch.digi-crea.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/together-we-can-do-better/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cashback, jika order kaos polos diatas 100 pcs</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/cashback-jika-order-kaos-polos-diatas-100-pcs/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/cashback-jika-order-kaos-polos-diatas-100-pcs/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 10:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Basrul Yandri</dc:creator>
				<category><![CDATA[kaos]]></category>
		<category><![CDATA[kaos polos]]></category>
		<category><![CDATA[sablon kaos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=539</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs292.snc3/28283_1215351362247_1782745993_412000_7349233_n.jpg" alt="kaos polos combed dan cardet" width="277" height="208" /> Lagi-lagi, demi memanjakan para konsumen dan kami sangat mengerti bahwa bagi para produsen sablon kaos, maka bahan pokok yang dibutuhkan secara berkelanjutan selain tinta, screen dan rakel adalah <a title="kaos polos combed dan cardet murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/kaos-polos/" target="_blank"><strong>kaos polos</strong></a>. <strong>Kaos polos </strong>inilah yang juga mempengaruhi cost produksi <a title="jasa sablon kaos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon kaos</a> anda. Maka untuk mengatasi dan menekan cost produksi tersebut perlulah bagi anda mencari supplier <strong>kaos</strong>&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs292.snc3/28283_1215351362247_1782745993_412000_7349233_n.jpg" alt="kaos polos combed dan cardet" width="277" height="208" /> Lagi-lagi, demi memanjakan para konsumen dan kami sangat mengerti bahwa bagi para produsen sablon kaos, maka bahan pokok yang dibutuhkan secara berkelanjutan selain tinta, screen dan rakel adalah <a title="kaos polos combed dan cardet murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/kaos-polos/" target="_blank"><strong>kaos polos</strong></a>. <strong>Kaos polos </strong>inilah yang juga mempengaruhi cost produksi <a title="jasa sablon kaos murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/sablon-kaos/" target="_blank">sablon kaos</a> anda. Maka untuk mengatasi dan menekan cost produksi tersebut perlulah bagi anda mencari supplier <strong>kaos polos</strong> yang murah.</p>
<p>Jika anda masih mencari dimanakah anda bisa mendapatkan <strong>kaos polos</strong> dengan harga  yang murah dan bisa dengan mudah memesan untuk memenuhi kebutuhan bahan  pokok produksi sablon kaos anda ?</p>
<p><strong>Kaos polos combed dan cardet</strong> yang tersedia di T-Search Oblong adalah <strong>kaos polos combed</strong> 20s, 30s dan 32 s serta <strong>kaos polos combed</strong> V-Neck.</p>
<p>Jika anda masih mencari dimanakah anda bisa mendapatkan <strong>kaos polos</strong> dengan harga  yang murah dan bisa dengan mudah memesan untuk memenuhi kebutuhan bahan  pokok produksi <a title="Pusat sablon Kaos Murah" href="http://tsearch.digi-crea.com/" target="_blank"><strong>sablon kaos</strong></a> anda, Untuk itu kami menawarkan cashback sebesar :</p>
<ol>
<li>Rp.50.000 bagi anda yang memesan diatas 100 pcs.</li>
<li>Rp.150.000 bagi anda yang memesan <strong></strong> di atas 200 pcs</li>
</ol>
<p>BURUAN PESAN KAOS POLOS-NYA, SEBELUM WAKTU PROMO HABIS</p>
<p><strong><span style="color: #993300;">PROMO HABIS</span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/cashback-jika-order-kaos-polos-diatas-100-pcs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>INGIN SELALU BELAJAR DARI MATAHARI</title>
		<link>http://tsearch.digi-crea.com/ingin-selalu-belajar-dari-matahari/</link>
		<comments>http://tsearch.digi-crea.com/ingin-selalu-belajar-dari-matahari/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 15:29:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>BOBBY</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips usaha dan Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tsearch.digi-crea.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs243.ash1/17079_104888259536745_100000467149948_124422_306016_s.jpg" alt="Bobby" width="130" height="97" /> Ada filosofi jepang yang mengatakan “ Kejarlah Matahari Itu Dimana Ia Tak Pernah Melupakan Bumi Untuk Menyinarinya “.<br />
Setelah saya mendengar itu saya terasa membuat saya sangat bodoh dan lalai terhadap anugrah apa yang telah diberikan Tuhan, dan membuat saya bagaimana harus merenungkan perkataan yang sangat simple dan mengandung arti yang sangat dalam .<br />
Ucapan , kejadian, atau masalah kecil yang terkadang disepelekan, itulah yang membuat saya&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="margin: 4px;" src="http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs243.ash1/17079_104888259536745_100000467149948_124422_306016_s.jpg" alt="Bobby" width="130" height="97" /> Ada filosofi jepang yang mengatakan “ Kejarlah Matahari Itu Dimana Ia Tak Pernah Melupakan Bumi Untuk Menyinarinya “.<br />
Setelah saya mendengar itu saya terasa membuat saya sangat bodoh dan lalai terhadap anugrah apa yang telah diberikan Tuhan, dan membuat saya bagaimana harus merenungkan perkataan yang sangat simple dan mengandung arti yang sangat dalam .<br />
Ucapan , kejadian, atau masalah kecil yang terkadang disepelekan, itulah yang membuat saya ingin sekali memahami itu semua . Saya ingin mencoba mengajak teman2 untuk melihat Negara Jepang yang sangat Mendewakan Matahari, sampai – sampai mereka sangat “Memujanya”, hal itu membuat bertanya-tanya MENGAPA ???<br />
Karena menurut saya matahari tidak pernah melalaikan waktu untuk menyinari bumi,tinggal bagaimana teman – teman memahaminya kata2 yang sangat mendasar itu, mungkin saya bisa sedikit memberikan contoh :</p>
<p>Setiap momentum pergantian tahun dalam perjalanan hidup kita, selalu kita iringi dengan melakukan celebrasi. Hal ini dilakukan bukan sekedar untuk mengenang masa lalu, namun sebagai persiapan untuk menghadapi masa depan. Dengan melakukan celebrasi, kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan, peluang maupun tantangan yang  kita miliki.<br />
Contoh mendasar diatas mungkin kita sangatlah sudah mengerti, tetapi kita lalai apa yang sudah kita dedikasikan sendiri makna diatas, sehingga kita merasa setiap tahun berganti tidak ada perubahan hidup yang signifikan alias begitu – gitu aja.</p>
<p>Yuu mari kita lihat lagi negara Jepang, negara tersebut dengan caranya sendiri mampu mengantarkan masyarakatnya menjadi masyarakat dengan peradaban modern. Rahasia pencapaian kemajuan mereka adalah MATAHARI. MATAHARI adalah konsep Jepang atau Filosofi Jepang yang menurut saya baik untuk dicontoh, masyarakat Jepang bagaimana mereka mengajarkan kepada anak2nya yang selalu berpegang teguh untuk menghargai waktu sedetik untuk berfikir dan bertindak seperti matahari yang selalu konsisten bersinar setiap detik,menit,dan jam yang dilaluinya, akhirnya hal itu turun temurun digunakan untuk bekal hidup kedepan masyarakat Jepang. Kutipan sedikit yaa.. ; seorang pakar produktivitas perusahaan Jepang yang bernama Maasaki Imai,beliau yang sejak tahun 1950-an mempelajari produktivitas industri Amerika kemudian menulis buku Kaizen, The Key to Japan s Competitive Success (1986) yang berisi rahasia keberhasilan perusahaan dan industri Jepang. Strategi Kaizen merupakan konsep tunggal manajemen Jepang yang menjadi kunci sukses dalam persaingan. Kata beliau Kaizen berarti penyempurnaan secara kontinyu dan melakukan pengembangan secara total dengan melibatkan semua unsur dan potensi yang ada. Kaizen berorientasi pada proses dan usaha yang optimal, berbeda dengan manajemen Barat yang lebih berorientasi pada hasil.<br />
Buat saya hal tersebut tidak mudah untuk dicapainya, cukup kita garis bawahi yang namanya “pakar”, yang namanya “ pakar “,pasti indentik dikenal dengan Ahli,dan namanya Ahli pasti mengerti dan paham sekali apa yang sudah diciptakannya dan penciptaann tersebut diakui oleh masyarakatnya akhirnya timbul kalimat Pakar,hal tersebut buat saya, pasti sekali berkaitan dengan Waktu,</p>
<p>Esensi konsep ini mugkin menurut saya, kita dapat  terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bentuk upaya untuk selalu mengembangkan dan menyempurnakan kemampuan, prestasi dan produktivitas spiritual, intelektual, fisik maupun material secara total.<br />
Apa Hubungannya dengan MATAHARI, mugkin kalian masih brtanya tayna ???<br />
Lebih tepatya adalah Kita sering sekali tidak menghargai waktu, dan kita tahu semua bahwa waktu tidak pernah kembali, Matahari adalah anugrah Tuhan yang sangat berarti buat kita, karena matahari selalu ada setiap hari , selalu kita lihat, selalu kita nikmati cahaya nya ,dan tidak sekali pun meminta pamrih terhadap manusia, tetapi kita tidak memanfaatkan dan belajar dari hal tersebut.<br />
Bagaimana Caranya, Saya pun masih belajar dan belajar ,tetapi tidak ada salahnya untuk berbagi :<br />
Upaya pengembangan diri<br />
Pengembangan diri sebenarnya merupakan proses pembaruan. Proses ini disebut oleh Stephen R. Covey dalam The 7 habits of Highly Effective People (1993) sebagai konsep asah gergaji. Pembaruan yang dilakukan, menurut Covey mesti meliputi empat dimensi yaitu: pembaruan fisik, spiritual, mental dan sosial/emosional.</p>
<p>Pembaruan fisik dapat dilakukan dengan melalui olahraga, asupan nutrisi, dan upaya pengelolaan stres. Pembaruan spiritual dapat diraih melalui  penjelasan tentang nilai dan komitmen, melakukan studi atau kajian dan berkontemplasi dan ber do’a. Dimensi mental dapat diperbarui melalui kegiatan membaca, melakukan visualisasi, membuat perencanaan dan menulis. Adapun dimensi sosial/emosional diasah melalui pemberian pelayanan, bersikap empati, melakukan sinergi dan menumbuhkan rasa aman dalam diri. Dalam proses pengembangan diri diperlukan keseimbangan dan sinergi  untuk mencapai hasil optimal sebagaimana yang diharapkan.</p>
<p>Pengembangan diri tidak muncul begitu saja. Untuk meraihnya, diperlukan latihan dengan pola seperti mennikmati waktu sedetik. Pola ini melatih kita untuk bergerak ke atas sepanjang waktu secara terus-menerus. Pola waktu ini memaksa kita untuk melalui tiga tahap kegiatan yakni belajar, berkomitmen, dan berbuat. Latihan ini harus terus-menerus berjalan secara berulang-ulang sampai kualitas dan produktivitas diri kita menjadi semakin tinggi.</p>
<p>Apa yang perlu dikembangkan?<br />
Menurut saya Dalam melakukan pengembangan diri, kita memerlukan tolok ukur yang nyata dan aplikatif untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan yang telah kita capai .<br />
1.   Memperluas pengetahuan mengenai fakta situasional. Jangan bersikap tak acuh dengan lingkungan sekitar;<br />
2.   Menjalin hubungan dengan orang lain;<br />
3.   Mengelola waktu secara efektif;<br />
4.   Menjaga keaktualan pengetahuan agar tidak tertinggal dan relevan. Jangan malas mencari pengetahuan baru;<br />
5. Berlatih untuk mengumpulkan fakta dan membuat asumsi;<br />
6.Membuat jurnal pribadi dengan menggunakan catatan harian agar jadwal kita menjadi teratur.;</p>
<p>Menentukan batas-batas kekuasaan dan otoritas yang kita miliki<br />
1. Jelas agar kita dapat leluasa berkembang;<br />
2.Mendengarkan dengan seksama;<br />
3.Melakukan pengambilan keputusan dengan baik;<br />
4. Membiasakan membuat teknik perencanaan (planning) yang baik.</p>
<p>Melakukan secara mandiri<br />
Proses pengembangan diri yang kita lakukan tidak akan berjalan lancar apabila kita  mengandalkan dukungan dari luar. Diperlukan sebuah etos KOMIT DAN KONSISTEN (self education) yang berasal dari dalam diri kita sendiri, atau lebih tepatnya MINAT dahulu. Pembelajaran yang harus dilakukan secara mandiri ini setidaknya mencakup tiga hal, yaitu: kemampuan membuat kurikulum atau agenda pribadi (self curriculum), kemampuan menjadi pembelajar yang cepat (speed learner), dan belajar secara mandiri (self learning).</p>
<p>Melakukan proses pengembangan diri memang tidak bebas hambatan, bahkan seringkali penuh kendala. Albert Ellis, psikolog dan penulis terkenal dalam bukunya Feeling Better, Getting Better, Staying Better (2001) memperkenalkan konsep terapi Rational Emotive Behavior Theraphy (REBT) . Konsep ini diperkenalkan  oleh Ellis untuk membantu   mengatasi hambatan dalam pengembangan diri. Beberapa hal yang disampaikannya berikut ini dapat menjadi bahan renungan kita:</p>
<p>Bicara adalah perkara mudah. Namun, hanya bicara yang diikuti oleh tindakan yang dapat membuat segalanya menjadi lebih baik.<br />
•         Kita tidak akan dapat mencapai kemajuan apabila selalu mengerjakan sesuatu dengan cara yang sama. Oleh karena, mengubah cara harus sering dilakukan meskipun dapat membuat anda merasa kurang nyaman.<br />
•         Kita harus berusaha menghentikan kebiasaan yang tidak baik dengan sungguh-sungguh.<br />
•         Semakin lama kita tenggelam dalam perilaku yang merugikan diri sendiri, semakin lama kita harus berjuang untuk menghentikannya.<br />
•         Menghindari tindakan yang kita kuatirkan akan gagal hanya dapat mengurangi kecemasan kita sementara. Dalam jangka panjang, penghindaran ini justru dapat berakibat  buruk. Oleh karena itu lebih baik menghadapinya, ketimbang  mengindar. Lebih baik telat dari pada tidak sama sekali<br />
•         Makin sering anda berfikir bahwa kita tidak berguna dan tidak berharga setelah mengalami kegagalan, semakin sulit kita mencapai keberhasilan. Kita harus memaksa diri untuk melakukannya Lagi-lagi segini dulu deh artikelnya nanti diterrusin lagi&#8230; Mudah2an pembelajaran saya ini bermanfaat dan tidak luput dari rasa kekurangan saya, semoga bermanfaat bagi kita semua. God Blass U&#8230;All Amin</p>
<p>Best Regards</p>
<p>BOBBY<br />
T-SEARCH OBLONG</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tsearch.digi-crea.com/ingin-selalu-belajar-dari-matahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
